Sanskrit · Vedanta

Nishkama-karma

niṣkāma-karma

Tindakan tanpa damba akan hasilnya. Inti *karma-yoga*: menyelesaikan tugas yang ditetapkan dengan melepaskan bukan tindakan itu sendiri, melainkan harapan atas ganjarannya. *Gītā* memandangnya sebagai syarat kebebasan—siapa yang bertindak demikian tidak terbelenggu oleh apa yang dilakukannya, karena tiada apa pun dalam dirinya yang menuntut imbalan.

Sois attentif à l’accomplissement des œuvres, jamais à leurs fruits ; ne fais pas l’œuvre pour le fruit qu’elle procure, mais ne cherche pas à éviter l’œuvre.
Krishna (attrib.), Bhagavad-Gîtâ, Chapitre II, 47. Bibliothèque orientale, 1861 · trans. Émile Burnouf · source

Istilah ini dibentuk melalui negasi: niṣ- (tanpa, ketiadaan) yang diterapkan pada kāma (hasrat), diikuti karma (perbuatan). Secara harfiah, “perbuatan tanpa hasrat”. Hasrat yang disangkal di sini bukan sembarang hasrat: ia adalah nafsu terhadap hasil, keterikatan pada buah dari apa yang dikerjakan. Gītā tidak meminta bertindak setengah-setengah atau asal-asalan—ia menuntut bertindak sepenuhnya sambil melepaskan tangan yang ingin meraih akhir.

Ayat ini mengungkapkan keseimbangan rapuh, terjepit di antara dua jurang. Di satu sisi, perbuatan yang dilakukan “demi buah yang dihasilkannya”: tindakan yang mementingkan diri, yang membelenggu pelakunya pada akibat yang ia nanti-nantikan. Di sisi lain, kelambanan karena jemu atau lelah: “janganlah engkau berusaha menghindari perbuatan”. Jalan yang benar berada di antara keduanya. Lebih jauh, Kṛṣṇa menegaskannya lagi tentang para yôgî: mereka “melakukan perbuatan tanpa mengharapkan buahnya, demi penyucian diri”.

≠ kāma, yaitu hasrat itu sendiri, yang di tempat lain Gītā sebut sebagai musuh orang bijak. Nishkama-karma tidak mematikan seluruh gerak jiwa; ia justru memangkas nafsu terhadap hasil. ≠ pula karma-yoga: yang satu adalah jalan, yang lain adalah sikap batin yang membuat jalan itu bisa ditempuh. Seseorang tidak menjalankan karma-yoga dengan melakukan selain nishkama-karma.

← kembali ke lexicon