English · Apalek

Country

« le Pays » (rendu FR, trad. A. Delmas)

Kata dari bahasa Aborigin Australia, ditulis dengan huruf kapital, untuk *bentang hidup dan relasional* yang mencakup tanah, air, makhluk hidup, cerita, Hukum, dan leluhur—dan manusia adalah anggotanya yang bertanggung jawab, bukan pemiliknya. *Country* tidak bisa diterjemahkan sebagai "negara" (dalam arti bangsa yang berbatas) maupun "wilayah" (sebuah permukaan yang dimiliki): ini adalah tempat yang memberi dan menerima kehidupan, yang dikunjungi, diajak bicara, dan dirawat. Tyson Yunkaporta (klan Apalech) memandangnya sebagai *tanah* pengetahuan dan Hukum itu sendiri: kita tidak belajar *tentang* *Country*, melainkan belajar *darinya*.

Les cérémonies et interactions avec ces lieux dans le Pays sont la façon de garder la création en mouvement, en amenant les systèmes de la nature et de la société à se développer comme ils en ont besoin pour aller bien, pour être en bonne santé.
Tyson Yunkaporta, Sand Talk, ch. « De l'Esprit et des esprits ». éditions Véga, 2021 (éd. orig. Text Publishing, 2019) · trans. Anne Delmas

Berikut terjemahan teks tersebut ke dalam bahasa Indonesia yang idiomatik, dengan mempertahankan format Markdown, tautan, istilah transliterasi, dan simbol:


Bahasa Inggris Aborigin mengubah kata benda umum menjadi nama diri. Country ditulis seperti menulis nama seseorang, karena diperlakukan seperti manusia: kita berbicara kepadanya, menyanyikan lagu untuknya, mengunjunginya, merasa cemas untuknya. Suara dari dalam ini adalah suara Tyson Yunkaporta (klan Apalech, Queensland). Dalam Sand Talk, Country bukan objek pengetahuan, melainkan syaratnya: upacara dan interaksi “dengan tempat-tempat di dalam Country” adalah cara menjaga penciptaan tetap bergerak. Kita tidak belajar tentang Country; kita menjalin “hubungan haptik” dengannya— kontak, sentuhan—dan dengan para Leluhur yang dapat dipanggil di tempat-tempat tertentu. Pengetahuan itu sendiri hanya beredar “di mana kita berbagi ilmu tentang Country.”

Dari sinilah pemikiran keliru pertama menurut Yunkaporta: “menempatkan diri di atas bumi.” Hukum bukan diletakkan di atas Country oleh suatu otoritas; ia ada dalam batu-batu dan cerita-ceritanya, dan manusia adalah penjaganya yang bertanggung jawab, bukan pembuatnya. Ini adalah pembalikan total dari hubungan kita sehari-hari dengan tanah: bukan milik yang kita kuasai, melainkan keanggotaan yang kita emban—hingga Yunkaporta bisa menulis di akhir, “Anda adalah Country.”

Antropolog Deborah Bird Rose, yang mendokumentasikan penggunaan ini dari masyarakat di Teritori Utara, merumuskannya dalam kalimat yang sering dikutip—jembatan bagi orang luar, untuk dipahami sebagaimana adanya: country is a living entity with a yesterday, today and tomorrow, with a consciousness, and a will toward life. Country tahu, mendengar, mengurus, sedih atau bahagia. Ia bukan latar kehidupan; ia adalah mitra.

Dari sini muncul serangkaian perbedaan yang menjernihkan konsep ini. Country ≠ land atau wilayah: kata-kata itu merujuk pada hamparan yang dibatasi, dialihkan, dimiliki—padahal Country bukan lahan yang dikuasai, melainkan entitas yang kita sandarkan diri padanya. Country ≠ lingkungan: “lingkungan” mengandaikan pusat manusia dan sekeliling yang mengitari, sementara Country mencakup penghuninya—kita ada di dalamnya, bukan di depannya. Country ≠ country dalam arti geopolitik: bukan negara berdaulat dengan batas-batas yang digariskan, melainkan tempat hidup yang tak bisa dipisahkan tanpa memutus diri sendiri.

Setiap suku menyebut hubungan ini dengan kata yang tak sepenuhnya sama. urihi Yanomami menunjuk hutan-darat yang tak terpisahkan dan hanya bertahan utuh; bandaiyan, menurut Mowaljarlai, menjadikan benua sebagai tubuh yang peka; sacred-geography Deloria mengaitkan wahyu dengan tempat tertentu, bukan waktu; remembered-earth Momaday menuntut kita menyerahkan diri sepenuhnya pada lanskap. Country mengungkapkan notasinya sendiri: tempat yang menjadi subjek hukum dan sumber Hukum, yang warisan tanggung jawabnya kita emban—dan yang pada akhirnya, bisa kita jadi kembali.


← kembali ke lexicon