Complexité-conscience
Hukum kompleksitas-kesadaran adalah poros seluruh pemikiran Teilhard: semakin suatu materi terorganisasi dan menjadi rumit, semakin ia menginternalisasi diri dan menjadi sadar. Kompleksitas di luar dan kesadaran di dalam bukanlah dua fenomena paralel, melainkan dua sisi dari gerak yang sama—penggulungan alam semesta pada dirinya sendiri, dari yang sangat sederhana menuju yang sangat rumit, dengan imbalan peningkatan *interioritas* yang setara.
cet enroulement particulier « de complexité » se trouvant expérimentalement lié à une augmentation corrélative d’intériorisation, c’est-à-dire de psyché ou conscience.
Berangkat dari sebuah pengamatan yang dianggapnya empiris: seiring kita menelusuri tangga makhluk hidup, dari mineral ke sel, dari sel ke otak, dua besaran tumbuh bersamaan. Di luar, kompleksitas—bukan sekadar penumpukan bagian, melainkan pengorganisasian yang kian padat dari unsur-unsur yang kian banyak di sekitar sebuah pusat. Di dalam, kesadaran—kebatinan, apa yang disebutnya psiké. Di tempat materi melingkar dan memusat, sesuatu mulai merasa, lalu mengetahui. Batu hampir tak punya ruang dalam; manusia memilikinya sedalam jurang.
Apa yang Teilhard sebut sebagai hukum adalah pernyataan bahwa korelasi ini bukan kebetulan belakangan yang hanya ada pada otak, melainkan jalinan alam semesta sejak awal. Seluruh materi memiliki sisi dalam, meski sangat kecil di awal, yang membesar seiring organisasi. Evolusi tak lagi sekadar komplikasi mekanis: ia adalah pendakian jiwa. Noosfer adalah ambang yang terlampaui di Bumi—saat kebatinan, yang telah menjadi refleksi, menjalin lapisannya sendiri.
Kompleksitas-kesadaran ≠ kemajuan linear yang naif, dari buruk ke baik: Teilhard menggambarkan pendakian yang terarah, penuh biaya, dilalui dengan coba-coba dan kegagalan, yang mengerucut menuju Titik Omega. Dan ia ≠ kompleksitas à la Morin: yang terakhir merumuskan prinsip bagi pemikiran yang menghubungkan, tanpa prasangka arah dunia; Teilhard menjadikan kompleksitas yang terus bertambah sebagai panah alam semesta itu sendiri. Yang satu mereformasi cara pandang; yang lain mengarahkan kosmos.