Menciptakan Kembali Praktik Kolektif Perawatan: Kolaborasi Rentan dan Pemutusan Sakral
Dua suara untuk merenungkan perawatan di luar logika eksploitatif
Mengikuti jejak matsutake berarti memperhatikan kehidupan yang tumbuh di celah-celah sistem yang mengabaikan atau mengeksploitasinya. Ini juga berarti mengamati bagaimana praktik-praktik muncul tanpa rencana awal, tanpa niat kolektif yang dinyatakan. Anna Tsing mengajak kita melihat para pemetik di Oregon—pekerja rentan, veteran perang, imigran tanpa dokumen—yang aktivitas sehari-harinya menghubungkan hutan-hutan yang rusak dengan pasar mewah. Keberadaan mereka sendiri mempertanyakan: apa artinya merawat ketika struktur dominan tidak memungkinkannya?
Para Pemetik di Tengah Reruntuhan
Mengikuti jejak matsutake berarti memperhatikan para pemetik di Oregon, pekerja-pekerja rentan, veteran perang Amerika, imigran tanpa dokumen, yang setiap malam menjual jamur yang dipetik pada siang hari dan yang akhirnya menjadi produk mewah di rak-rak toko bahan makanan Jepang.
Para pemetik ini tidak digambarkan sebagai pahlawan atau pejuang. Aktivitas mereka tidak disajikan sebagai alternatif politik atau bentuk perlawanan. Ia sekadar ada, di pinggiran sistem yang tidak memberi mereka tempat yang stabil. Matsutake tumbuh di hutan-hutan yang rusak akibat eksploitasi industri, dan para pemetik ini memungutnya dalam kondisi keterpurukan yang ekstrem. Pekerjaan mereka tidak mengubah dunia, tetapi ia bertahan meski segalanya.
Tsing tidak menawarkan model untuk diikuti. Ia tidak mengatakan bahwa praktik-praktik ini adalah solusi. Ia hanya menunjukkan bahwa mereka ada, dan keberadaan mereka sendiri merupakan bentuk jawaban terhadap dunia yang membuat mereka tak terlihat. Jamur-jamur itu menjadi produk mewah, tetapi para pemetiknya tetap berada di luar narasi dominan. Perawatan mereka, jika memang ada, adalah perawatan bertahan: terus hidup, memetik, menjual, meski segalanya.
Mesin Pembuat Barang
Berhadapan dengan ketahanan yang rentan ini, Ailton Krenak menawarkan jalan yang sama sekali berbeda. Baginya, masalahnya bukan hanya eksploitasi atau keterpurukan, melainkan logika itu sendiri yang mengubah segalanya menjadi sumber daya. Logika ini, ia namai tanpa tedeng aling-aling:
A MÁQUINA DE FAZER COISAS
“Mesin pembuat barang” bukanlah metafora abstrak. Ia merujuk pada sistem yang mereduksi Bumi, tubuh, dan hubungan menjadi objek yang dapat dieksploitasi. Krenak tidak menggambarkan mesin ini untuk kemudian menawarkan reformasi. Ia menyerukan pemutusan radikal, keluar dari logika ini. Baginya, perawatan hanya dapat muncul dalam pemutusan tersebut.
Berbeda dengan para pemetik dalam tulisan Tsing, yang praktiknya berkembang di celah-celah sistem, Krenak menuntut penolakan tegas terhadap sistem itu. Bukan soal menemukan ruang-ruang pinggir untuk bertahan, melainkan memulihkan hubungan-hubungan yang telah dihancurkan oleh modernitas eksploitatif. Hubungan-hubungan ini tidak rentan: mereka sakral. Mereka mengikat manusia dengan Bumi, leluhur, dan makhluk non-manusia dalam saling ketergantungan yang tidak memerlukan pembenaran ekonomi atau politik.
Dua Lintasan, Satu Penolakan yang Sama
Kedua suara ini tidak bertemu dalam sintesis yang mudah. Tsing mengamati praktik-praktik yang bertahan meski sistem, tanpa mengidealkannya. Krenak menuntut pemutusan dengan sistem itu, tanpa menawarkan rencana aksi konkret. Namun, mereka berbagi penolakan yang sama: menolak memandang perawatan sebagai persoalan teknis atau kelembagaan.
Bagi Tsing, perawatan bukanlah politik, melainkan praktik yang muncul di tempat yang tak terduga. Bagi Krenak, perawatan bukanlah tindakan, melainkan cara berada dalam hubungan dengan apa yang melampaui kita. Tak satu pun dari mereka menjadikan perawatan sebagai solusi siap pakai. Mereka menunjukkannya sebagai pertanyaan terbuka, ketegangan yang harus dijalani.
Para pemetik matsutake tidak membentuk komunitas yang disatukan oleh suatu proyek. Aktivitas mereka bukanlah perlawanan yang terorganisir. Ia sekadar ada, di reruntuhan kapitalisme, sebagai jejak dari apa yang bertahan meski segalanya. Krenak, sebaliknya, tidak berbicara tentang bertahan, melainkan tentang pengaktifan kembali. Bukan soal bertahan di pinggiran, melainkan memulihkan hubungan-hubungan yang telah diputus oleh “mesin pembuat barang”.
Kedua lintasan ini tidak bertemu. Mereka tidak saling melengkapi. Mereka hidup berdampingan, sebagai dua jawaban yang mungkin atas jalan buntu yang sama. Yang satu menunjukkan bahwa praktik-praktik perawatan dapat muncul bahkan dalam kondisi paling rentan. Yang lain mengingatkan bahwa perawatan hanya dapat ada dalam pemutusan dengan logika-logika yang membuatnya mustahil.
Tak satu pun dari mereka menawarkan model. Mereka tidak mengatakan bagaimana mengorganisir kolektif, atau bagaimana bernegosiasi dengan kekuasaan yang ada. Mereka hanya menunjukkan bahwa perawatan, jika memang harus ada, tidak dapat puas dengan kerangka-kerangka dominan. Ia harus bersembunyi di celah-celahnya, atau menolaknya secara radikal.
Sumber yang dikutip
- Anna Tsing, Le Champignon de la fin du monde, ed. .
- Ailton Krenak, A vida n o til, ed. Companhia das Letras, São Paulo, 2020, alih bahasa trad. maison (du portugais).