---
title: "Media"
sousTitre: "Sebuah kata Italia yang menyebut tulisan sebagai alat pengetahuan, namun Calvino melihatnya sebagai tipu daya: tulisan yang sama justru menjadi instrumen kekuasaan tak kasatmata. Peta ini mengungkap bahwa penyimpangan tersebut bukanlah kasus terisolasi—bahasa-bahasa lain pun menyamarkan kendali di balik eufemisme yang serupa."
description: "Kata *strumento d’informazione* dalam bahasa Italia, yang dialihfungsikan untuk melembutkan kendali melalui tulisan dominan (sifat: eufemisme kekuasaan; objek: tulisan sebagai alat dominasi). Terbukti dalam bahasa Prancis (*médias*), dengan penyingkapnya Italo Calvino (*Una pietra sopra*). Persimpangan etno-politik-linguistik yang bersumber dari setiap bahasa."
date: 2026-09-08
lang: id
tradition: transversal
auteurs: ["Italo Calvino", "Éric Hazan"]
---
# Media

Alat pengetahuan: kata itu terdengar seperti janji. Dalam bahasa Italia, ia mula-mula mengacu pada benda netral, hampir teknis—sarana untuk menyampaikan ilmu kepada mereka yang tak memilikinya. Namun, Calvino menangkap di dalamnya operasi yang lebih gelap: apa yang tampil sebagai *alat* semata sebenarnya adalah pengungkit kekuasaan. Penyimpangan bukan terletak pada kata itu sendiri, melainkan pada penggunaannya, yang mengubah tulisan menjadi mekanisme pengendalian. Peta berikut menunjukkan bahwa ambiguitas ini bukan monopoli Italia.

## Makna di balik kata
Secara etimologi, *strumento* berakar pada bahasa Latin *instrumentum*, yang berarti sesuatu yang digunakan untuk melengkapi, untuk memperlengkapi. Istilah ini sendiri tak mengandung konotasi negatif: ia merujuk pada gagasan tentang sarana, tentang wadah. *Informazione*, di sisi lain, berasal dari bahasa Latin *informatio* (tindakan membentuk, memberi wujud), tanpa kaitan langsung dengan kekuasaan. Namun, begitu kedua kata itu bersatu, mereka membawa ketegangan: alat bisa menerangi, tapi juga bisa membelenggu.

## Silsilah penyimpangan
Dalam *Una pietra sopra*, Calvino mengamati bagaimana kata tertulis, pada Manzoni, terbelah dua. Ia sekaligus *strumento d’informazione*—yang menginformasikan—dan *strumento di potere*—yang menundukkan. Penyimpangan terjadi melalui eufemisme: dengan menyajikan tulisan sebagai sekadar pembawa pengetahuan, fungsi dominasinya disamarkan. Kutipan ini mengungkapkannya tanpa tedeng aling-aling:

> Dalam alam semesta Renzo dan Lucia, kata tertulis hadir dengan wajah ganda: sebagai alat kekuasaan dan alat pengetahuan.
>
> — **Italo Calvino**, *Una pietra sopra (L'antilingua)*, livre Una pietra sopra (L'antilingua). éd. menurut terjemahan Prancis oleh Jean-Paul Manganaro, Einaudi.

Yang mencolok di sini adalah kemunafikan gerak itu. Tulisan bukan sekadar sarana menyampaikan fakta; ia juga penyaring, kerangka yang memaksakan satu versi dunia. Kekuasaan tak menampakkan diri sebagai kekuasaan—ia berselubung objektivitas, netralitas. Eufemisme bertindak sebagai tabir: dengan dalih menginformasikan, ia mengendalikan.

## Tabir yang sama, dari satu bahasa ke bahasa lain
Mekanisme ini bukan keunikan Italia. Bahasa-bahasa lain, budaya-budaya lain, telah menciptakan kata-kata yang menyembunyikan realitas serupa di balik penampilan yang mirip. Tabel berikut memetakannya:

Dalam bahasa Prancis, kata *médias* memainkan peran serupa. Awalnya, ia hanya menunjuk sarana penyebaran—cetak, radio, televisi. Namun, seperti ditunjukkan Éric Hazan dalam *LQR*, istilah ini berubah menjadi eufemisme untuk sistem kendali melalui tulisan dan citra. Kutipan berikut menegaskannya:

> Pemerintah sendiri, melalui media atau secara langsung, berusaha mempromosikan gagasan tentang masyarakat sipil yang menjadi penyeimbangnya.
>
> — **Éric Hazan**, *LQR. La propagande du quotidien*, livre LQR. La propagande du quotidien. éd. menurut edisi Prancis, Raisons d'agir, 2006.

Di sini pun, kekuasaan bersembunyi di balik fungsi teknis. *Médias* bukan sekadar saluran; mereka adalah perangkat yang membentuk representasi, mengarahkan opini, dan dengan demikian, menjalankan cengkeraman tak kasatmata. Sifat penyimpangannya sama: melembutkan untuk lebih menguasai.

## Alat dan bayangannya
Kata *strumento d’informazione* membawa pertanyaan: kapan alat menjadi senjata? Jawabannya tak terletak pada kata itu sendiri, melainkan pada penggunaannya. Calvino mengajak kita melihat melampaui penampilan—tempat tulisan, dengan dalih melayani, juga bisa memperbudak. Peta bahasa membuktikannya: penyimpangan ini adalah gerak lintas batas, tipu daya yang melintasi perbatasan. Tinggal pertanyaan: siapa yang kini memegang alat itu—dan untuk tujuan apa.

## Sumber

- Italo Calvino, *Una pietra sopra (L'antilingua)* — Einaudi
- Éric Hazan, *LQR. La propagande du quotidien* — Raisons d'agir, 2006


Sumber kanonik : https://viasophia.org/id/devoiler/2026-09-08-strumento-informazione/
